Kamis, 15 September 2011

Hama Gudang pada Biji Pala


MENGENAL HAMA GUDANG PADA BIJI PALA
DI HILA-AMBON
PENDAHULUAN
Penyimpanan  hasil tanaman Pala merupakan tahap pasca panen yang cukup penting karena pada tahap ini dimungkinkan adanya infestasi serangga hama gudang yang dapat merugikan secara kuantitas maupun kualitas. Hasil pala ini di kumpulkan sehingga mencapai jumlah tertentu untuk ekspor
Hasil tanaman pala berupa Biji pala, fully dan tempurung yang akan di ekspor merupakan media pembawa OPT/OPTK. Sehingga perlunya melakukan pemeriksaan  atas permintaan pemilik untuk sertifikasi komoditi yang hendak di ekspor dan meng identifikasi terhadap serangga yang ditemukan  untuk mengetahui ada tidaknya OPTK di daerah Maluku sebagai syarat ekspor hasil pertanian.
tujuan dari penulisan ini untuk menambah literatur di dunia ilmu pengetahuan
Adapun metode yang digunakan adalah metode survey mengambil sampel pala dan mengumpulkan hama yang selalu dilakukan pada setiap pemeriksaan tindak karantina , hama yang ditemukan di foto, dan di identifikasikan dengan mencocokan specimen dengan   banner serangga hama gudang di situs bug guide net, Wikipedia bebas,  buku Dr.L.G.E. Kalshoven ; The Pest of Crops in Indonesia dan buku hama gudang lainnya

1.Sejarah Tanaman Pala

Pala berasal dari Maluku khususnya Kepulauan Banda , Pada bulan Agustus 1511, Afonso de Albuquerque menaklukkan Malaka an. Raja Portugal secara paksa merekut pelayar malayu membimbing mereka melalui Jawa, Nusa Tenggara dan Ambon lalu ke Banda, tiba di awal 1512. inilah orang Eropa pertama yang mencapai Banda, ekspedisi itu tetap di Banda selama sekitar sebulan, pembelian dan mengisi kapal mereka dengan pala dan cengkeh sejak inilah terjadi perebutan orang-orang eropa untuk menguasai P. Banda. Pala kini ditanam di negara-negara tropis, dan di kepulauan Antillia

2. Profil Tanaman Pala
.           Tumbuhan Pala berbatang sedang ini memiliki tinggi sekitar 18 m. Daunnya berbentuk bulat-telur atau lonjong-panjang dimana kaki dan ujungnya tajam. Bagian belakang daun berwarna biru-hijau, sedang bagian atas daun berwarna hijau-tua, berukuran 15 x 7 cm dan berbau wangi aromatis. Bunganya berwarna kuning; sebagian besar adalah bunga jantan dan sebagian lagi bunga betina.
Bunga berbulu. Bunga jantan berbentuk buyung, besarnya antara 7-9 mm, dengan tiang benang-sari sedangkan bunga betina agak lebih besar dan tidak mempunyai tiang benang sari. Tanaman pala berbuah bundar, dengan kerut menurut panjangnya buah dan terbagi dalam dua belah. Biji paIa yang diperdagangkan berwarna merah, tertutup oleh mantel berdaging berupa daun (fuli atau arillus, dengan corak merah tua halus); daging buah keras, berwarna keputih-putihan, mengandung getah putih.
Tanaman ini biasa ditanam di kebun dan tempat lain pada ketinggian sekitar 0 m.dpl - 1000 m dari permukaan laut.

3. Kandungan dan Kegunaan biji pala

Biji pala dikenal sebagai Myristicae Semen yang mengandung biji Myristica Fragrans dengan lapisan kapur, setelah fulinya disingkirkan. Bijinya mengandung minyak terbang, dan memiliki wangi dan rasa aromatis yang agak pahit. Sebanyak 8 - 17% minyak terbang yang ditawarkan merupakan bahan yang terpenting pada fuli.
Kandungan kimia buah pala yaitu : minyak terbang (myristin, pinen, kamfen (zat membius), dipenten, pinen safrol, eugenol, iso-eugenol, alkohol), gliseda (asam-miristinat, asam-oleat, borneol, giraniol), protein, lemak, pati gula, vitamin A, B1 dan C. Minyak tetap mengandung trimyristin
Dari India sampai Irian dan Eropa, biji PaIa dan fulinya digunakan sebagai bumbu dan obat. PaIa merupakan tumbuhan obat-obatan yang seringkaIi disebut di Farmakope, Ramuan obat-obatan Nasional atau ditulis sebagai resep resmi, serta dipergunakan sekurang-kurangnya di 23 negara.
PaIa dikenal sebagai obat pelepas kelebihan gas di usus dan sebagai obat perut. Kulit dan daunnya mengandung minyak terbang dengan wangi pala yang menyenangkan. Pala Irian dipakai sebagai obat pencahar sedangkan pala jantan dipakai sebagai obat rnencret dan obat perangsang. Bunga kering (kembang Pala) dipakai pada pelbagai campuran jamu. Getah segar yang berwarna kehijau-hijauan dari buahnya (beserta air) dipakai sebagai obat kumur untuk mengobati sariawan. Sabun Pala beguna untuk mengobati encok.
Kegunaan khusus dari biji Pala, yarig dikenal sebagai Nux moschata M.moschata adalah sebagai obat homoeo-pathi. Biji kerasnya setelah dicuci untuk menghilangkan kapurnya, dibuat menjadi tinktur (direndam dalam alkohol) atau tepung. Obat homoeopathis berguna untuk mengobati sakit histeri, sembelit, mencret dan penyakit sulit tidur atau perut kembung.
4. Pala sebagai komoditi ekspor
Sebagai daerah penghasil pala , pala Ambon laku untuk di ekspor. Bagian-bagian yang di ekspor meliputi biji pala kering, Fuly (bunga pala/kulit ari biji pala), kulit tempurung. Negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Belanda.
HAMA HAMA YANG MENYERANG PALA SIMPANAN di DESA HILA-AMBON

Phylum Arthropoda - Class Insecta - Order Coleoptera - Superfamily Curculionoidea - family Anthribidae -Genus Araecerus Species fasciculatus
Nama Ilmiah Lainnya
Curculio fasciculatus De Geer, Araecerus coffeae (Fabricius), Anthribus coffeae Fabriciuis, Amblycerus japonicus Thunberg 

Nama umum
cocoa weevil, areca nut weevil, coffee bean weevil, nutmeg weevil pala kumbang
Inang lainnya : jagung, kokoa, biji kopi, buah-buahan kering,  jahe, dll.
literatur identifikasi di ambil dari  situs bug guide .net
Zilker Nature Preserve, Austin, Travis County, Texas, USA
July 3, 2009

Hasil Identifikasi  (foto by  tariyani,2011)









Imago panjang 3-6 mm
Warna coklat  berbecak coklat tua agak abu-abu. Memiliki kaki panjang dengan sayap membrane bagian terakhir keluar, terlihat di bagian akhir elytra. Elytra menutup hampir seluruh abdomen. Kepala  menghadap ke bawah memiliki moncong. Seluruh tubuh tertutup bulu-bulu halus



Antena panjang dengan 3 segmen  akhir membesar. Antenna ini mirip antenna stegobium namun antenna hama ini lebih panjang
( Ozanimal.com) Australia margasatwa 

larva Araeceus fasciculatus 
 Pupa Araecerus Fasciculatus


Biologi dan Ekologi
Kumbang ini, di gudang pala di desa hila-Ambon termasuk hama yang paling menonjol jumlahnya. Kumbang ini  adalah hama lapang yang terikut dalam penyimpanan, hama ini menyerang pada pala  muda yang  sudah pecah (karena terserang penyakit), kumbang meletakkan telurnya pada biji pala, sehingga pada saat di panen terikut ke tempat penyimpanan.
menurut jurnal International QOB Lama hidup Imago yaitu  27-28 hari pada kelembaban 50 persen Rh. Dan 86-134 hari pada kelembaban 80 persen Rh. Peletakkan telur satu persatu di celah-celah biji, setelah berumur 5-8 hari telur menetas, Larva berwarna bening membengkok dan berambut, tumbuh hingga panjangnya 5-6 mm.masuk kedalam biji dan membuat terowongan-terowongan.  Larva tidak berkaki , Umur larva bervariasi pada suhu 27 derajat Celcius dengan kelembaban 50 persen mencapai 57 hari sementara pada kelembaban 100 persen mencapai umur 29 hari. dan menjadi pupa, pupa dapat bertahan dengan kelembaban dibawah 60 persen di dalam biji
2.    Lasioderma serricorne

Kingdom: Animalia Phylum: Arthropoda Class: Insecta Order: Coleoptera family: Anobiidae Genus: Lasioderma Species: Lasioderma serricorne
Nama Ilmiah lain : non
Nama Umum: Tobbaco beetle, kumbang daun tembakau
Inang lainnya : Tembakau, bungkil, minyak sayur, sereal sage, buah kering dan beberapa produk hewan lainnya (cosmopolit)
literatur identifikasi  dari situs bug guide .net
Baton Rouge, East Baton Rouge Parish, Louisiana, USA
February 16, 2006,    Size: 2.4 mm. (curled position)
 

Hasil Identifiksi (foto:tariyani,2011)



Imago panjang  2-2,5mm  berwarna coklat dengan elytra yang halus mengkilap. Kepala membengkok kebawah membentuk sudut lancip







antena mempunyai 11 segmen yang sama besar,



Biologi dan Ekologi :
Kumbang ini, pada gudang pala di Maluku termasuk hama yang menonjol  apabila pala yang  kualitas jelek di simpan terlalu lama , Imago mempunyai ukuran 2-3mm berwarna coklat bisa terbang dan hidup selama 2-6 minggu dan selama hidup mereka mampu hidup tanpa  makan.
Imago dapat melepaskan telur 100 butir dalam hidupnya  dan dapat hidup selama 26 hari pada suhu 37 ° C dan 120 hari pada 20 ° C . L serricorne tidak bisa mentolerir dingin; Imago mati  dalam waktu 6 hari pada suhu 4 ° C, dan telur bertahan 5 hari pada 0-5 ° C.
Telur menetas setelah 4-6 hari setelah peletakannya. Larva dapat hidup selama 5-10 minggu dengan mengalami 4-6 instar. Kepompong berlangsung selama 4-5 hari.
Hama ini mampu bertahan hidup tanpa makan karena membawa jamur  (ragi) Symbiotaphrina kochii yang dapat bersimbiosis dengan pencernaannya (usus) yang diturunkan  ke generasi berikutnya menempel  pada cangkang telur dan dilakukan secara internal di larva dan imago di mycetome, sebuah organ khusus yang dihubungkan dengan usus. Sel-sel ragi membantu pencernaan makanan kurang bergizi, mampu menghasilkan pasokan vitamin B-dan sterol, dan memberikan ketahanan terhadap racun tertentu.
3.    Cryptolestes pusillus Schon
Kingdom: Animalia Phylum: Arthropoda Class: Insecta Order: Coleoptera family: Cucujidae Genus: Cryptolestes  Species: Cryptolestes pusillus Schon
Nama ilmiah lain : Cryptolestes Ganglbauer , 1899
Nama Umum : flat grain beetle
Inang lainnya : beras, jagung, bungkil, gaplek , pisang sale dan lain-lain (produk pertanian yang hancur dan telah berjamur)
sumber gambar dari jarmo holopainem at pbase.com
Hasil Identifikasi (foto:tariyani.2011)


 
 

   Imago ukuran 2-3 mm dengan antena panjang mencapai 2/3 atau lebih dari panjang tubuhnya. Berwarna coklat dengan elytra mempunyai garis-garis halus.

Antena kumbang jantan 2/3 atau 2 kali panjang tubuhnya. pronotum tampak dengan jelas melebar ( Ir. A.G. Kartasapoetra)



Biologi dan Ekologi :
menurut hasil penelitian Agricultural Research Council, Pest Infestation Laboratory, London Road, Slough.Kumbang ini  banyak didapat pada materi pala yang kualitas buruk lembab,  dan, berjamur. Kemampuan bertelur  pada kedua suhu tinggi dan kelembaban tinggi. oviposisi rata-rata dapat melebihi 7 butir / / hari Telur menetas setelah berumur 8,5 hari pada suhu 33 ° C  pada kelembaban 90 persen. RH. Larva  tumbuh cepat besar pada kelembaban 90 persen  dari pada 70 persendan suhu optimal  sekitar 37 ° C.umur   larva 33-35 pada suhu panas dapat mencapai umu 63 hari.  , Pupa 1-2 minggu .
4.    Tribolium castaneum herbst

Kingdom: Animalia Phylum: Arthropoda Class: Insecta Order: Coleoptera family: Tenebrionidae Genus: Tribolium  Species: Tribolium castaneum herbst


Nama Umum :  Red floor beetle, Kumbang tepung merah
Inang lainnya : beras, jagung, bungkil, gaplek , pisang sale dan lain-lain (produk pertanian yang patah-patah atau halus

                    

antena Tribolium castaneum .Herbst
tiga segmen terakhir membesar
Antenna Tribolium confusum  Jacquelin du Val
Antenna :  membesarnya bertahap (antara segmen ke 3 dan ke 4 )


   
   
(Gambar : Bug guide net)  kiri Tribolium castaneum herbst kepala tak berparuh, sisi thoraks melengkung Kanan  ;Tribolium confusum   Jacquelin du Val,   kepala berparuh  sisi thoraks lebih pararel,
Hasil Identifikasi (foto;tariyani ,2011)













Tribolium castaneum. Panjang 4-5 mm, 3 segmen antenna membesar, Berwarna coklat kemerahan  dengan elytra mempunyai garis-garis halus. Hama ini dapat terbang, sisi thorak melengkung.

Biologi dan ekologi.
Kumbang ini dapat berkembang biak sepanjang tahun di daerah yang hangat.  Siklus hidup selama  40-90 hari, dan dewasa dapat hidup selama tiga tahun. bertelur dapat mencapai 300-400 butir selama hidupnya . Semua bentuk siklus hidup dapat ditemukan dalam produk semua biji-bijian pada waktu yang sama. Menyukai suhu yang hangat. Kumbang ini hama sekunder serangan terjadi bila produk telah ada yang bertepung/ remah-remah.Larva mengalami beberapa instar, dengan instar terakhir berwarna coklat putih hingga panjang 12mm
Hama ini di dapat pada komoditi pala yang pecah-pecah
Daftar  Pustaka :
1.    Dr.L.G.E. Kalshoven ; The Pest of Crops in Indonesia
2.    Ir.A.G.Kartasaputra; Hama Hasil Tanaman dalam Gudang
5.    Jurnal International QOB. Biologi dari Araecerus fasciculatus de Geer. Dengan referensi khusus atas dampak variasi kelembaban dan sifat makanan
6.    Lasioderma Serricorne :Wikipedia ensiklopedia bebas
7.    http://www.ozanimals.com/Insect/Coffee-Bean-Weevil/Araecerus/fasciculatus.html Margasatwa
8.    The life and eproductive potential of Cryptolestes pusillus ( Schonherr) at higt temperatures and humidities ; Journals Onlie;Buletin of Entomological Research
9.    Rebecca Baldwin dan Thomas R. Fasulo; University of Florida institute of Food and Agricultural Science; Tribolium spp ; Featured Creatures.com











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar